Month: December 2021

Cerpen Sedih – Sebuah Janji Persahabatan

“Sahabat selalu ada disaat kita membutuhkannya, menemani kita disaat kita kesepian, ikut tersenyum disaat kita bahagia, bahkan rela mengalah padahal hati kecilnya menangis…” Bel istirahat akan berakhir berapa menit lagi. Wina harus segera membawa buku tugas teman-temannya ke ruang guru sebelum bel berbunyi. Jabatan wakil ketua kelas membuatnya sibuk seperti ini. Gubrak…. Buku-buku yang dibawa…

continue reading
No Comments

Cerpen Parent – Penyesalan Terakhir

Aku tak tau kenapa hidup ku bisa seperti ini,sepi,sunyi itu yang selalu kurasakan dirumah. Wajar aja sih secara aku anak tunggal dan kedua orang tua ku sibuk bekerja,setiap hari yang ku temui dirumah hanya kedua pembantuku, supir,  satpam dan tukang kebun. Oleh sebab itu aku jarang banget ada dirumah,kalau sudah larut malam aku baru pulang,bahkan…

continue reading
No Comments

Cerpen Motivasi – Kenali Lebih Dekat

Petang telah tiba, Banu hendak melesat pergi menjauhi tempat peperangan. Kini telah berada di ujung tanduk, saatnya melayang-layangkan renungan pikiran menuju tempat peperangan yang lebih besar, dengan memiliki berbagai musuh yang bersenjata lengkap. Cukup rumit bayangan itu, ujar Banu dalam hati. Kedudukan yang tak pantas, pakaian kusut, sepatu menongol ibu dari jarinya, dan rumah kayu…

continue reading
No Comments

Cerpen Motivasi – Sang Penari

Senja yang telah ditunggu oleh warga sekitar, Pak Tono menyuruh istrinya membersihkan halaman. Empat helai tikar pandan yang telah terpapar. Setelah hari gelap, sebuah lampu minyak besar dinyalakan. Terang, sebab pada sumbu lampu minyak terpasang sebuah cincin penerang cahaya. Suasana demikian mengundang anak-anak dan warga sekitar. Mereka bergerombolan datang ke tempat warung Pak Tono itu.…

continue reading
No Comments

Cerpen Motivasi – Sebuah Tempat Bernama Rijst

Pagi hari jam 05.00. Aku sedang melamun sambil meminum teh pagi di teras lantai dua rumah ku yang sederhana yang bertempat di sebuah cluster, sehingga rumah ku tidak ada bedanya dengan rumah tetanggaku, tetangganya tetanggaku, hingga tetangga-tetangga-tetangga-tetangga-tetangga-tetangganya-tetanggaku. “Kriiiiiing” jam alarm ku berbunyi tepat pada pukul 05.30 pagi menurut jam kamar ku, tanda aku harus segera…

continue reading
No Comments