Author: Fadlan Azis

Cerpen Sedih – Sebuah Janji Persahabatan

“Sahabat selalu ada disaat kita membutuhkannya, menemani kita disaat kita kesepian, ikut tersenyum disaat kita bahagia, bahkan rela mengalah padahal hati kecilnya menangis…” Bel istirahat akan berakhir berapa menit lagi. Wina harus segera membawa buku tugas teman-temannya ke ruang guru sebelum bel berbunyi. Jabatan wakil ketua kelas membuatnya sibuk seperti ini. Gubrak…. Buku-buku yang dibawa…

continue reading
No Comments

Cerpen Parent – Tentang Ibu

Jalannya sudah tertatih-tatih, karena usianya sudah lebih dari 70 tahun, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal di rumah jompo, karena kehadirannya tidak diinginkan. Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tersebut. Ayah dari anak tersebut minggat setelah…

continue reading
No Comments

Cerpen Parent – Penyesalan Terakhir

Aku tak tau kenapa hidup ku bisa seperti ini,sepi,sunyi itu yang selalu kurasakan dirumah. Wajar aja sih secara aku anak tunggal dan kedua orang tua ku sibuk bekerja,setiap hari yang ku temui dirumah hanya kedua pembantuku, supir,  satpam dan tukang kebun. Oleh sebab itu aku jarang banget ada dirumah,kalau sudah larut malam aku baru pulang,bahkan…

continue reading
No Comments

Cerpen Parent – Kasih Sayang

Kini usiaku telah memasukki 17 tahun, aku di besarkan di tengah-tengah keluarga orang lain tanpa kasih sayang orang tua. Aku telah berpisah pada Ayah sejak aku masih berumur 2 tahun ia meninggal karena sakit-sakitan, waktu itu aku belum tahu apa-apa belum tahu akan sebuah kematian dan belum tahu arti dari sebuah kehilangan, aku tetap terus…

continue reading
No Comments

Cerpen Motivasi – Kenali Lebih Dekat

Petang telah tiba, Banu hendak melesat pergi menjauhi tempat peperangan. Kini telah berada di ujung tanduk, saatnya melayang-layangkan renungan pikiran menuju tempat peperangan yang lebih besar, dengan memiliki berbagai musuh yang bersenjata lengkap. Cukup rumit bayangan itu, ujar Banu dalam hati. Kedudukan yang tak pantas, pakaian kusut, sepatu menongol ibu dari jarinya, dan rumah kayu…

continue reading
No Comments

Cerpen Motivasi – Sang Penari

Senja yang telah ditunggu oleh warga sekitar, Pak Tono menyuruh istrinya membersihkan halaman. Empat helai tikar pandan yang telah terpapar. Setelah hari gelap, sebuah lampu minyak besar dinyalakan. Terang, sebab pada sumbu lampu minyak terpasang sebuah cincin penerang cahaya. Suasana demikian mengundang anak-anak dan warga sekitar. Mereka bergerombolan datang ke tempat warung Pak Tono itu.…

continue reading
No Comments

Cerpen Motivasi – Painting Your Life

Di hari yang cerah ini, aku mau bilang sama kalian semua … bahwa besok, aku dan keluarga mau pindah ke Prancis, lebih tepatnya lagi ke Paris. Aku hanya bisa berharap semuanya dapat mekmaluminya … sekian, dan terima kasih. Aku turun dari panggung sekolah serta diiringi isak tangis dan di ujung sana semuanya tersenyum. Keluargaku. Aku…

continue reading
No Comments

Cerpen Motivasi – Sebuah Tempat Bernama Rijst

Pagi hari jam 05.00. Aku sedang melamun sambil meminum teh pagi di teras lantai dua rumah ku yang sederhana yang bertempat di sebuah cluster, sehingga rumah ku tidak ada bedanya dengan rumah tetanggaku, tetangganya tetanggaku, hingga tetangga-tetangga-tetangga-tetangga-tetangga-tetangganya-tetanggaku. “Kriiiiiing” jam alarm ku berbunyi tepat pada pukul 05.30 pagi menurut jam kamar ku, tanda aku harus segera…

continue reading
No Comments

Cerpen Lucu – Kepulangan Obama Ke Indonesia

Setelah tertunda 2 kali, Presiden Obama akhirnya bertandang ke Indonesia. Sayangnya beliau hanya 20 jam berada di Indonesia. Publik jadi bertanya-tanya kenapa Presiden Obama harus pulang secepat itu. Dalam wawancara khusus dengan CNN, Presiden Obama akhirnya menyampaikan alasannya: Bahwa sebagai orang yang pernah tinggal di Indonesia, beliau sangat paham dengan aturan di Indonesia. Jika berkunjung…

continue reading
No Comments

Cerpen Lucu – Anggota DPR Dan Pilot Penyabu

Seorang Guru matematika bertanya kepada murid-muridnya: Guru : “Seandainya pesawat Boeing 747 Lion Air dipiloti oleh penyabu, dan mengangkut 560 orang anggota DPR RI, meledak di ketinggian 1000 feet dan jatuh di pegunungan berbatu tajam dengan kemiringan 45 derajat, berapa kemungkinan yang selamat ?” Murid-murid menjawab serempak dan tegas : “Yang selamat 250 Juta rakyat…

continue reading
No Comments