Cerpen Cinta – Dia Pergi

Mataharipun mulai menyebarkan sinarnya lewat celah-celah jendelaku, aku sebut saja Elda, aku tau seperti biasa aku harus bngun dan mengerjakan tugas sehari-hari ku bekerja, tiap pagi dan pulang menjelang senja.

Pagi ini fikiranku entah kenapa seprti ada sesuatu yang terjadi entah apa yang terjadi, tapi tak begitu aku hiraukan, aku pun berangkat menuju tempat krja aku, ya seperti biasa sesampai ditempat kerja aku langsung membuka facebook ku, jangan heran karena kerja aku diwarnet, tapi betap kagetnya aku, begitu aku mendapatkan pesan dari adiknya pacar aku, oh Tuhan ap yang terjadi dengannya padahal kemarin aku baru menjenguknya.

Dan ternyata aku mendapatkan pesan bahwa Dia masuk rumah sakit dan sekarang di UGD, pacarku dirumah sakit sebut saja dia Nizar, ap segitu parahnya sampai-sampai dia dibawa ke runah sakit.

Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang, aku masih jam kerja dan gak mungkin aku meninggalkan tempat kerjaku, dan aku pun membalas pesan dari adiknya ” aku belum bisa kesana secepatnya dek karena aku masih kerja, insya allah kalau aku boleh izin aku akan pulang lebih awal’.

“ya mbak gak apa-apa, sekarang do’akan saja mbak biar dia baik-baik saja” jawabnya.

“ya dek” jawabku.

Sore ini aku pulang lebih awal dari biasanya, karena aku mendapatkan izin dari bosku. Dan aku pun bergegas untuk pergi ke rumah sakit itu dengan mengendarai sepeda motor sendirian, tanpa aku berfikir apa aku sudah makan apa belum, tanpa berfikir panjang aku pulang ke rumah untuk izin ke ortu kalau aku mau menginap di rumah sakit.

Dan setibanya di rumah sakit ingin rasanya air mata ini menetes tapi gak mngkin karena bnyak saudaranya disana, ingin rasanya penderitaannya aku gantikan, agar dia bisa seperti dulu, walaupun dalam hati aku tak tahan melihat dia seperti itu tapi aku mencoba untuk tersenyum agar dia tidak merasa sedih.

“kamu kesini sama siapa yank?” tanyanya padaku

‘sendiri yank, kok bisa seperti nie yank?” jawabku

“ya semaleman aku gak bisa tidur, aku batuk darah terus, dan tadi pagi aku gak bisa nafas dadaku sesak sekali,’ jawabnya

“ya sudah kamu jangan terlalu banyak bicara dulu, apa kamu mau minum ?” tanyaku.

“ya yank.”

Ya Tuhan kenapa engkau memberikan penderitaan seperti ini padanya, kenapa tidak engkau bagi saja rasa sakitnya padaku biar dia tidak semenderita ini.

“yank , knp nglamun?” tanya dia.

“hmmm, gak apa-apa yank, km ud makan yank?”

“belum dari tadi.’

‘nanti kalau sudah selesai cuci darahnya aku belikan makanan ya.’

‘ ya yank, km jangan nangis gitu yank, kamu sayangkan sama aku?’

“ya yank aku sayang sama kamu, kamu cepet sembuh ya yank.’

‘ ya yank, nanti kamu nikahnya sama akukan’

” ya yank aku nikahnya sama kamu, kalau gak sama kamu sama siapa lagi yank’ jawabku.

“maaf mbak kami akan memindahkan pasien kekamar inap”suster.

“oh ya mbak’

Aku cuma berharap semua ini hanya mimpi belaka, tapi ini bukan mimpi ini semua nyata. Setibanya dikamar inap.

“yank aku laper yank’

“tadi gag dikasih makanan ya, coba aku liat, kuenya uda keras ya gak bisa dimakan, malam-malam gini apa ada warung buka ya?’

‘mungkin masih ada dek” jawab kakaknya.

“aku coba cari ya, nanti kalau ada yang masih buka tak belikan, tunggu sini ya”

Dengan menelusuri tangga dan akupun membelikan makanan untuknya.

Singkat cerita,setelah seminggu dirumah sakit diapun membaik dan diperbolehkn pulang, aku seneng banget kalau dia diperbolehkan pulang, berarti bentar lagi dia bakal sembuh, dan gak akan pernah kehilangannya.

Tiap hari aku mencoba meluangkan waktu untuk datang menemuinya walauoun mungkin cuma mengobrol, mele[askan rasa rinduku. Walaupun aku kecapekan sepulang kerja.

Sebulan setelah pulang dari rumah sakit, aku mendapatkan telfon kalau dia kambuh lagi, oh Tuhan kenapa lagi, tanpa berfikir panjang aku kangsung menemuinya, untuk kedu kalinya aku melihat dia menangis, mungkin dia putus asa.

“sudah yank tidak perlu menangis’ kataku.

“kamu gak kerja a kok kesini terus’

‘gak apa-apa yank’

Keesokan harinya aku mendapat kabar kalau dia masuk rumah sakit lagi, ya Tuhan apalagi penderitaan yang engkau berikan padanya, berikanlah dia kesembuhan.Sore itupun aku langsung bergegas menuju rumah sakit, dengan hati sedih bercampur gelisah.

“kemarin kamu kemana kok gak kerumah, aku nungguin kamu” tanya dia.

“maaf yank aku capek jadi gak bisa nemenin kamu”

Singkat crita, tiga hari di rumah sakit diapun pualng kali ini aku gak bisa menemaninya, ya seperti kemarin- kemarin, aku selalu menyempatkan waktu untuk menemaninya.Malam minggupun tiba tepatnya tanggal 11 Mei 2013, aq datang menemuinya seperti biasa, dan aku datang lagi hari senin.

Tapi pas hari Senin tiba aku capeg sekali, bersamaan dengan hujan, jadi aku menundanya untuk menemuinya, dan aku mengirimkan pesan kalau aku gak bisa kesana, dia hanya menjawab ya saja.

Keesokan harinya aku kerja, dan seperti biasa aku selalu mengirimkn pesan untuknya hanya sekedar menginagtkan malan dan minum obat, tapi dia tidak membalasnya tidak seperti biasa, aku berfikir mungkin dia lagi tidur. Tapi sampai sore kog masih belum ad balasannya, akupun bertanya pada temanku,

‘apa kamu tidak melihat pacarku dirumahnya’

‘tidak soalnya aku dari tadi tidak berada dirumah’

“ya sudah aku tak pukang duku ya’

Sesampai dirumah aku bertanya dalam hati, kenapa pesanku tidak dibalas ya dari tadi, semoga dia tidak apa-apa.

Dering Hp terdengar ditelinga.

“ini eldakan’

‘ya,ada apa/’

“Da, Nizar meninggal ‘

‘apa? gak mungkin”

‘sudah jangan menangis, ayo kita kesana bacakan yasin untuknya’ ibuku menenangkan aku. Kenapa dia harus pergi meninggalkan aku, padahal dia berjanji akan melamar aku bila dia sembuh, kenpa sekarang dia malah pergi ninggalin aku, apa dia sudah tidak sayang lagi dengan aku?

Aku mencoba untuk ikhlas,tapi sampai sekarang perasaan ini masih tersimpan dengan rapi dihatiku.

Aku tak pernah melupakanmu, tak prnah menggantikan mu dengan siapapun.

Karena aku yakin engkau pasti menantiku disana.

Mataharipun mulai menyebarkan sinarnya lewat celah-celah jendelaku, aku sebut saja Elda, aku tau seperti biasa aku harus bngun dan mengerjakan tugas sehari-hari ku bekerja, tiap pagi dan pulang menjelang senja. Pagi ini fikiranku entah kenapa seprti ada sesuatu yang terjadi entah apa yang terjadi, tapi tak begitu aku hiraukan, aku pun berangkat menuju tempat krja…

Leave a Reply

Your email address will not be published.