Cerpen Parent – Penyesalan Terakhir

Aku tak tau kenapa hidup ku bisa seperti ini,sepi,sunyi itu yang selalu kurasakan dirumah. Wajar aja sih secara aku anak tunggal dan kedua orang tua ku sibuk bekerja,setiap hari yang ku temui dirumah hanya kedua pembantuku, supir,  satpam dan tukang kebun.

Oleh sebab itu aku jarang banget ada dirumah,kalau sudah larut malam aku baru pulang,bahkan terkadang aku tak pulang kerumah. Tetapi mamah dan papahku tak pernah memarahiku,bahkan tak pernah peduli di luar sana aku ngapain aja,hmm sengsara banget ya hidup aku.

Oh ya kenalin nama aku rangga aditya putra,aku duduk di kelas XI.SMA dan aku bersekolah di salah satu sekolah swasta yang ada di jakarta. Aku pengen cerita sedikit ni tentang kehidupanku yang begitu pilu kepada kalian, dan semoga cerita aku ini bisa jadi pelajaran buat kalian.

Semenjak orang tuaku sibuk bekerja,ia seolah-olah lupa denganku dan tak pernah peduli lagi denganku padahal aku anak satu-satunya. Hidup aku sekarang jadi tak karuan,aku sering nongkrong dengan teman-temanku hingga larut malam bahkan aku perokok,peminum dan aku juga memakan obat-obatan,pokoknya aku udah benar-benar terjerumus ke dalam pergaulan bebas.

Itu semua aku lakuin karena aku merasa kesepian,aku tak punya siapa-siapa selain temen sepergaulanku itu dan hati ku terasa tenang setelah aku meminum minuman keras itu . Kalau mamah dan papahku melihat aku pulang larut malam paling mereka hanya menasehatiku bahkan terkadang mereka tak peduli. Aku ngerasa seperti gak punya orang tua…

Aku punya salah satu sahabat perempuan yaitu andin. Ia sahabatku sejak kecil sehingga ia tahu betul kehidupan aku dan keluarga ku seperti apa. Ia selalu menasehatiku untuk tidak bermain bebas diluar sana tapi aku tidak pernah mendengarkan nasehatnya bahkan sekarang aku mulai menjauh dari dia. Karena bagiku orang sebaik dia tak pantas bermain denganku.

Hinga suatu ketika saat aku sedang dugem dan mabuk bersama teman-temanku tiba-tiba ada seseorang pria menepuk pundakku dari belakang dan membalikan badanku,ia langsung menamparku dan menarik paksa aku untuk keluar dari tempat dugem itu.

”papah apa-apan sih narik-narik aku,aku masih mau main disini pah” ucapku setengah tak sadar karena pengaruh minuman keras itu. ”kamu yang apa-apan,kamu tuh udah bikin malu papah sama mamah rangga” bentak ia kepadaku dengan penuh emosi.

”papah,mamah? Hahaha mereka kan ga pernah peduli sama aku” ucapku yang semakin ngelantur. Ia menampar ku lagi,benar-benar kencang tamparan ia saat ini hingga pipiku sangat merah dan hidungku berdarah. Aku dipaksanya masuk ke dalam mobil miliknya,didalam mobil masih saja ia memarahiku hingga terlontar kata-kata dari mulutku ”mamah sama papah aku tuh udah mati dia udah gak ada didunia ini” . pria yang mendengar perkataan ku tadi langsung memegang jantungnya,iyaa penyakit jantung yang diderita oleh papahku kambuh.

Mobil yang ia kendarai tidak terkendali dan akhirnya menabrak sebuah truk yang ada dihadapan mobilnya. Kecelakaan maut itu pun tidak dapat dihindari,kedua orang tuaku yang duduk dibangku depan sangat terluka parah sedangkan aku yang duduk dibangku belakang hanya terluka sedikit.

Ku lihat detak jantung papahku sudah tidak berdekup lagi,mamah ku yang terpental disebelahku langsung menggenggam tanganku dan mengatakan ”maavin mamah ya nak karena slama ini mamah gak pernah pedulii sama kamu,tapi mamah sangat sayang sama kamu,dan maavin papah kamu karena tadi sudah menamparmu.

Jaga diri kamu baik-baik ya,dan slalu ingat pesan papah kamu tadi” suara itu ku dengar tidak begitu jelas dan lama-kelamaan suara itu pun tidak ku dengar lagi.

Perlahan ku buka mataku,ku lihat ada perempuan cantik tertidur duduk disebelahku,ku lihat matanya sembab seperti habis menangis. ”andin” ucapku lirih. ”rangga,syukur deh akhirnya kamu sadar juga”. Ucap perempuan itu kepadaku.

”mamah?papah” ingin rasanya aku loncat dari tempat tidur rumah sakit ini setelah mengingat kejadian semalam. ”kamu yang sabar ya,kamu harus kuat menghadapi cobaan ini,biarkan kedua orang tua mu tenang disana” ucap andin sambil menangis dan memelukku. Aku hanya bisa menangis penuh sesal,kenapa dari awal aku tak mendengarkan nasehatnya.

Siang ini kedua orang tuaku akan dimakamkan,kelopak mata ini tak henti-hentinya menetesekan air mata. Air mataku semakin deras ketika melihat kedua orang tuaku yang tadinya aku benci dan tak pernah ku inginkan kehadirannya dimasukan ke sebuah liang lahat. ”maavin rangga mah,pah,rangga udah bikin mamah sama papah kecewa.

Rangga sadar rangga belum bisa menjadi anak yang baik buat mamah sama papah dan rangga belum sempat membahagiakan kalian tapi maut sudah menjemput kalian terlebih dahulu. Rangga akan selalu ingat dengan pesan papah dam mamah dan rangga berjanji,rangga akan ubah sifat rangga.

Maavin rangga” ucapku dengan tetesan air mata penuh penyesalan. Itulah kisah hidup rangga yang berakhir dengan tragis. Buat kalian yang masih mempunyai kedua orang tua,sayangilah mereka dengan sepenuh hati,gimana pun orang tua kalian mereka tetap orang tuamu. Jangan nanti kau baru menyesal setelah mereka pergi untuk selama-lamanya dari kehidupkan kita. Semoga cerita ini dapat bermakna ya untuk kalian semua.

Aku tak tau kenapa hidup ku bisa seperti ini,sepi,sunyi itu yang selalu kurasakan dirumah. Wajar aja sih secara aku anak tunggal dan kedua orang tua ku sibuk bekerja,setiap hari yang ku temui dirumah hanya kedua pembantuku, supir,  satpam dan tukang kebun. Oleh sebab itu aku jarang banget ada dirumah,kalau sudah larut malam aku baru pulang,bahkan…

Leave a Reply

Your email address will not be published.